Indonesia dan Uzbekistan memulai pembicaraan perjanjian perdagangan bebas.

Indonesia dan Uzbekistan memulai pembicaraan perjanjian perdagangan bebas.

Indonesia dan Uzbekistan memulai pembicaraan perjanjian perdagangan bebas.

Liga335 – Indonesia dan Uzbekistan memulai pembicaraan Perjanjian Perdagangan Bebas
Berita terkait: Jawa Timur menjajaki kerja sama provinsi kembar dengan Samarkand Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso dan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Laziz Kudratov, pada Senin meluncurkan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uzbekistan. Menurut pernyataan tertulis, peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan pernyataan bersama oleh kedua belah pihak melalui konferensi video. Selain itu, kedua belah pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama Perdagangan dan Investasi.

“Peluncuran negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uzbekistan hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Kami optimis bahwa perjanjian ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Santoso.Inisiatif ini mencerminkan visi kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang semakin erat, terbuka, dan berkelanjutan di tengah perkembangan global yang terus berubah.

Dinamika ekonomi regional. Menteri tersebut mengutarakan harapan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas (PPB) Indonesia-Uzbekistan akan memperluas akses pasar bagi produk unggulan masing-masing negara, memperkuat rantai nilai, dan menciptakan peluang konkret bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Uzbekistan merupakan mitra strategis di Asia Tengah untuk meningkatkan konektivitas perdagangan regional dan global Indonesia.

Posisi geografis strategisnya dapat berfungsi sebagai gerbang bagi produk Indonesia untuk mengakses pasar regional yang lebih luas.Santoso menekankan bahwa tim negosiasi Indonesia akan bekerja secara optimal dan konstruktif untuk menyelesaikan pembicaraan sesuai jadwal sambil menjaga kepentingan nasional. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kudratov atas upaya memperkuat kerja sama bilateral melalui landasan kemitraan yang kokoh.

Sementara itu, Kudratov menegaskan kembali komitmen kuat Uzbekistan untuk memperdalam kerja sama bilateral dengan Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran FTA, kedua menteri menandatangani Perjanjian tentang Perdagangan dan Investasi. Kerja sama investasi, yang mencakup pembentukan kelompok kerja bersama.

Kelompok kerja ini akan memperkuat pertukaran informasi, pengetahuan, dan keahlian teknis; mengidentifikasi dan melaksanakan proyek-proyek yang saling menguntungkan; serta menyelenggarakan program pelatihan bersama, pertemuan, dan seminar. Pada tahun 2025, total perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai $181,4 juta, mencerminkan peningkatan sebesar 48,9 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya (2021–2025).Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan di kalangan komunitas bisnis kedua negara dan menyoroti kebutuhan akan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk memaksimalkan potensi yang ada.