Indonesia berupaya mempererat hubungan dengan Rusia seiring kedatangan Prabowo di Moskow

Indonesia berupaya mempererat hubungan dengan Rusia seiring kedatangan Prabowo di Moskow

Indonesia berupaya mempererat hubungan dengan Rusia seiring kedatangan Prabowo di Moskow

Liga335 – Indonesia Upayakan Hubungan yang Lebih Kuat dengan Rusia Seiring Kedatangan Prabowo di Moskow
Berita terkait: Presiden Prabowo Akan Hadiri KTT SCO di Tiongkok
Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo tiba di Moskow melalui Bandara Internasional Vnukovo pada Senin pagi waktu setempat, menandai kunjungan kenegaraannya yang ketiga ke Rusia untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.Dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Sekretariat Presiden mencatat kunjungan kenegaraan ini sebagai bukti komitmen teguh Indonesia untuk menjalin kerja sama strategis yang lebih kuat dengan Rusia. Saat turun dari tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko, Direktur Departemen Protokol Negara Kementerian Luar Negeri Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Indonesia Jose Tavares, dan Atase Pertahanan Indonesia Marsekal Muda Budi Susilo.

Agenda Presiden di Moskow berpusat pada pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai langkah strategis untuk memperkuat dan memperluas hubungan bilateral. Kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk sektor energi dan bidang-bidang penting lainnya. Indonesia berupaya memanfaatkan kunjungan ini secara maksimal untuk menunjukkan komitmennya dalam menjalankan diplomasi aktif guna membina kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai negara, demikian pernyataan sekretariat.

Pemerintah, tambahnya, memandang Rusia sebagai mitra penting yang dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam menjaga stabilitas global dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mewujudkan kepentingan nasional melalui keterlibatan internasional.Presiden Prabowo berangkat menuju ibu kota Rusia dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta pada Minggu malam (12 April). Ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kepala negara dijadwalkan bertemu dengan Presiden Putin di Moskow untuk bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik terkini krisis energi dan kekhawatiran global yang muncul terkait keamanan energi. Prabowo pertama kali memberi isyarat tentang kunjungannya kembali ke Rusia dalam pidato di hadapan 800 pejabat tinggi pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8 April). Ia mengatakan akan segera melakukan perjalanan ke luar negeri lagi untuk mengamankan pasokan minyak bagi Indonesia.

Ia menyampaikan rencana tersebut sambil menolak anggapan bahwa ia sering bepergian ke luar negeri untuk tujuan seremonial atau rekreasi, dengan menekankan bahwa ia harus “berkunjung ke sana-sini untuk mengamankan pasokan minyak” di tengah terganggunya distribusi global akibat pembatasan akses pelayaran melalui Selat Hormuz. Presiden menegaskan bahwa memburuknya situasi geopolitik telah mendorong pemerintah untuk secara proaktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan mitra asing guna menjaga stabilitas ekonomi, yang menurutnya sangat bergantung pada energi.