Satu dari empat orang India mengalami kelebihan berat badan, namun obesitas masih dianggap sebagai "gaya hidup": Para ahli memperingatkan akan krisis yang semakin memburuk
Liga335 – NEW DELHI: India tengah menghadapi beban obesitas yang semakin meningkat, dengan satu dari empat warga India mengalami kelebihan berat badan; namun, kondisi ini masih sering disalahpahami sebagai masalah gaya hidup alih-alih penyakit, demikian disampaikan para ahli dalam diskusi panel baru-baru ini yang diselenggarakan setelah Hari Obesitas Sedunia, yang dipimpin oleh ICMR dan AIIMS. Para ahli menyebutkan bahwa meskipun kesadaran masyarakat semakin meningkat, sebagian besar orang tidak mencari pengobatan, dan bahkan mereka yang mencoba menurunkan berat badan pun kesulitan mempertahankannya. â“Kami kekurangan intervensi jangka panjang yang efektif, dan perubahan perilaku tetap sulit,” kata Dr Rajiv Bahl, Sekretaris Departemen Penelitian Kesehatan dan Direktur Jenderal ICMR, sambil menunjuk pada hambatan sosial dan lingkungan yang lebih luas.
Ia mencatat bahwa makanan tidak sehat seringkali lebih murah dan lebih mudah diakses, sementara pilihan yang lebih sehat tetap sulit untuk diadopsi. Panel tersebut menghadirkan Dr Bahl; Dr Anoop Misra, Direktur, Yayasan Nasional Diabetes, Obesitas, dan Kolesterol; Dr Naval Vikram, Profesor, Departemen Kedokteran, AIIMS; dan Dr Vandana Jain, Profesor, Endokrinologi Pediatrik, AI IMS. Dr.
Kamini Walia, Ilmuwan dan Kepala Divisi Penelitian Deskriptif, ICMR, mengatakan bahwa obesitas harus dipahami sebagai penyakit multifaktorial yang dipengaruhi oleh faktor genetik, metabolik, lingkungan, dan sosial, dan tidak boleh disalahkan semata-mata pada individu. Para dokter mengatakan bahwa masalah ini berakar pada kehidupan sehari-hari. Dr Naval Vikram mengatakan obesitas adalah penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, serta faktor psikologis dan lingkungan.
Panel tersebut menekankan bahwa obesitas sering kali dimulai sejak dini. Dr. Vandana Jain mengatakan bahwa kebiasaan masa kanak-kanak, pilihan makanan keluarga, dan pola aktivitas memainkan peran kunci, menekankan perlunya lingkungan rumah yang lebih sehat.
Dr. Anoop Misra menyoroti bahwa orang India mengembangkan komplikasi metabolik pada tingkat berat badan yang lebih rendah, menjadikan identifikasi dini sangat kritis. Ia menambahkan bahwa obat anti-obesitas baru bukanlah solusi tingkat populasi dan harus digunakan secara selektif bersama dengan perubahan gaya hidup.
Para ahli juga menyoroti celah dalam kebijakan dan implementasi, mengatakan bahwa perbaikan. Akses terhadap makanan sehat dan penyediaan ruang untuk aktivitas fisik tetap menjadi tantangan utama. Mereka juga menyoroti bidang-bidang penelitian yang sedang berkembang, termasuk mikrobioma usus, gizi pada masa awal kehidupan, dan kesehatan ibu, yang dapat memengaruhi risiko obesitas sejak tahap awal kehidupan.
Salah satu masalah utama yang masih ada adalah stigma, yang membuat orang enggan mencari perawatan. Para ahli mengatakan bahwa pengakuan obesitas sebagai suatu penyakit dapat mengalihkan fokus ke arah pengelolaan jangka panjang dan pencegahan.