PPA Kedua Indonesia Tiba di Negeri Ini

PPA Kedua Indonesia Tiba di Negeri Ini

PPA Kedua Indonesia Tiba di Negeri Ini

Liga335 – Kapal PPA Kedua Indonesia Tiba di Tanah Air Kapal Perang Serbaguna / Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) kedua milik Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), KRI Prabu Siliwangi (321), tiba di tanah air pada 22 Maret setelah menempuh perjalanan panjang dari Italia. KRI Prabu Siliwangi berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut La Spezia pada 11 Februari 2026. Berbeda dengan kapal kembarnya dan PPA pertama yang dikirim ke Indonesia, KRI Brawijaya (320), yang melintasi Terusan Suez, KRI Prabu Siliwangi mengambil rute berbeda, mengelilingi Afrika melalui Tanjung Harapan.

Selama perjalanan ini, kapal tersebut singgah di pelabuhan Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, dan Mauritius. Belum ada penjelasan resmi kepada publik mengenai pemilihan rute tersebut. Namun, pertimbangan geopolitik serta keamanan di Timur Tengah mungkin telah memengaruhi keputusan untuk menghindari transit melalui Laut Merah dan Teluk Aden.

KRI Prabu Siliwangi di Cape Town, Afrika Selatan. Foto TNI AL. Setelah memasuki perairan Indonesia, KRI Prabu Siliwangi disambut di Selat Sunda oleh KRI Bung Karno ( 369), korvet buatan dalam negeri yang diluncurkan pada April 2023.

KRI Prabu Siliwangi kemudian berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Lampung di ujung selatan Pulau Sumatra. Sama seperti KRI Brawijaya, KRI Prabu Siliwangi dinamai berdasarkan nama raja terkemuka dalam sejarah Indonesia. Kapal ini saat ini dipimpin oleh Kolonel Kurniawan Koes Atmadja, seorang perwira berpengalaman yang sebelumnya memimpin korvet SIGMA 9113 KRI Sultan Iskandar Muda (365) dan korvet kelas Bung Tomo KRI John Lie (358).

KRI Prabu Siliwangi menembakkan meriam utamanya buatan Italia. Foto TNI AL. Kapal tersebut sebelumnya diresmikan pada 22 Desember 2025 di galangan kapal Fincantieri di Muggiano (La Spezia).

Sebelum berlayar ke Indonesia, kapal tersebut menjalani serangkaian uji coba laut di Italia, di mana ia melakukan latihan tembak langsung menggunakan meriam utama Oto Melara 127mm dan meriam Sovraponte 76mm. Seperti dilaporkan sebelumnya oleh Naval News, Angkatan Laut Indonesia berencana untuk meng-upgrade dua kapal PPA-nya ke konfigurasi tempur penuh, termasuk kemungkinan pemasangan sistem rudal lengkap, termasuk Ast sekitar 30, di dalam negeri.