Mengapa Indonesia Tetap Mempertahankan Harga Bahan Bakar Murah Meskipun Harga Minyak Meningkat

Mengapa Indonesia Tetap Mempertahankan Harga Bahan Bakar Murah Meskipun Harga Minyak Meningkat

Mengapa Indonesia Tetap Mempertahankan Harga Bahan Bakar Murah Meskipun Harga Minyak Meningkat

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan harga bahan bakar bersubsidi meskipun harga minyak dunia naik akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. “Sampai saat ini, belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi bahan bakar, dalam arti menaikkan harga bahan bakar,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026, seperti dikutip dari Antara.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah memastikan bahwa pasokan minyak dalam negeri masih relatif aman. Hal ini sejalan dengan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Selain itu, Purbaya menjelaskan bahwa harga minyak dunia rata-rata saat ini masih di bawah kapasitas maksimum Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini menunjukkan bahwa APBN tetap cukup kuat untuk menahan dampak fluktuasi harga minyak. Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan dalam bulan mendatang dan mengambil keputusan. “Saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan, karena masih ada cukup dana,” kata Purbaya.

Purbaya juga berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayai kebijakan pemerintah dalam menghadapi gejolak global. Selain itu, Indonesia sebelumnya telah mengalami lonjakan harga minyak. “Kita akan melihat kondisi seperti apa.

Setelah sebulan, kita memprediksi seperti apa harga minyak akan menjadi, sehingga kita dapat membuat kebijakan yang tepat,” kata Purbaya. “Percayalah pada saya, saya cukup pintar. Kita telah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, dan negara tidak runtuh, kan?

Mengapa? Karena kebijakannya tepat.” Pada kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan bahan bakar cukup andal untuk memenuhi permintaan publik selama Ramadan dan Idul Fitri.

Ia juga menjamin bahwa bahan bakar bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia melebihi US$118 per barel. Dilaporkan oleh Sputnik, harga minyak mentah Brent mencapai US$118 per barel untuk pertama kalinya sejak 17 Juni 2022. Ini f Angka tersebut lebih tinggi dari harga minyak rata-rata pada Januari 2026, ketika Brent (ICE) berada di US$64 per barel, dan WTI di US$57,87 per barel.