Masdar dari Uni Emirat Arab berencana untuk memperluas investasi geotermal di Indonesia.

Masdar dari Uni Emirat Arab berencana untuk memperluas investasi geotermal di Indonesia.

Masdar dari Uni Emirat Arab berencana untuk memperluas investasi geotermal di Indonesia.

Taruhan bola – Masdar dari Uni Emirat Arab berencana memperluas investasi geotermal di Indonesia Masdar, perusahaan energi terbarukan milik negara Uni Emirat Arab, berencana memperdalam investasinya di sektor geotermal Indonesia sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung transisi energi bersih negara tersebut.Kepala Pengembangan Bisnis Masdar untuk Asia-Pasifik, Fatima Al Suwaidi, menyatakan bahwa posisi Indonesia sebagai produsen geotermal terbesar kedua di dunia—dikombinasikan dengan kemampuan teknik yang kuat dari Pertamina Geothermal Energy (PGE)—membuat sektor ini menjadi area strategis bagi ekspansi masa depan Masdar.Indonesia telah mengambil langkah yang tepat.

Cirata membantu membuka potensi tenaga surya terapung di Indonesia. dan kini kita melihat ekspansi lebih lanjut di sektor geotermal,” kata Al Suwaidi kepada ANTARA di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week di UAE pada Selasa.Masdar masuk ke pasar geotermal Indonesia pada Februari 2023 dengan berinvestasi di PGE.

Saat ini, pembangkit geotermal PGE menghasilkan 4,8 TWh energi per tahun, menghindari Sekitar 3.915.000 ton emisi karbon dioksida setiap tahun.

Al Suwaidi menambahkan bahwa kemitraan Masdar dengan PGE dan Indonesia Investment Authority (INA) mencerminkan niat perusahaan untuk mendiversifikasi portofolio energi bersihnya.Dia mencatat bahwa karena energi geothermal merupakan sumber energi bersih baseload yang langka dan Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia, Masdar senang bermitra dengan PGE dan memanfaatkan keahlian teknis mereka untuk mendukung ekspansi globalnya. Dia menekankan bahwa Masdar, yang juga ikut mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Mengapung Cirata 145 MW di Jawa Barat, melihat dirinya sebagai mitra jangka panjang dalam transisi energi Indonesia.

Dia menyebutkan perbaikan regulasi yang cepat dan komitmen yang semakin besar terhadap energi terbarukan sebagai faktor utama. “Indonesia memiliki masa depan yang sangat menjanjikan di sektor energi. Dalam tiga hingga empat tahun terakhir saja, telah terjadi kemajuan signifikan dan perubahan positif di industri energi terbarukan,” katanya.

Menurut data dari Kementerian. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi geotermal Indonesia mencapai 23.742 megawatt (MW).

Kapasitas terpasang saat ini di Indonesia sebesar 2.744 MW, sementara Amerika Serikat memimpin dunia dengan 3.937 MW.