Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta seluruh operator transportasi memastikan kelaikan kendaraan dalam menghadapi arus balik Lebaran guna menjamin keselamatan penumpang.
Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya pergerakan masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur Idul Fitri.
Fokus pada Keselamatan Transportasi
Kemenhub menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi selama arus balik.
“Kelaikan kendaraan harus dipastikan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman,” ujar perwakilan Kemenhub.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai moda transportasi, termasuk bus, kereta api, kapal, dan pesawat.
Pemeriksaan Kendaraan Diperketat
Operator diminta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, seperti sistem rem, mesin, ban, serta perlengkapan keselamatan.
Selain itu, kelengkapan administrasi dan izin operasional juga harus dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama periode arus balik.
Pengawasan dan Koordinasi
Kemenhub bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan di lapangan, termasuk di terminal, pelabuhan, dan bandara.
Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan seluruh sistem transportasi berjalan dengan baik dan terintegrasi.
Petugas juga disiagakan untuk memberikan pelayanan serta membantu kelancaran arus penumpang.
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk memilih moda transportasi yang resmi dan telah memenuhi standar keselamatan.
Penumpang juga diminta mematuhi aturan selama perjalanan serta tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak fit.
Antisipasi Puncak Arus Balik
Kemenhub memperkirakan puncak arus balik akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Dengan memastikan kelaikan kendaraan dan koordinasi yang baik, diharapkan arus balik Lebaran dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.