Indonesia menyusun strategi pariwisata di tengah dinamika geopolitik global
Liga335 – Indonesia Siapkan Strategi Pariwisata di Tengah Kondisi Geopolitik Global
Berita terkait: Indonesia Pantau Situasi Timur Tengah demi Keamanan Pariwisata
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata Indonesia telah menyiapkan serangkaian strategi untuk memitigasi dampak ketegangan geopolitik global sekaligus mempertahankan tren pertumbuhan positif sektor pariwisata negara ini. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat daya saing industri pariwisata Indonesia, mengingat kondisi global menuntut kebijakan yang lebih responsif dan adaptif.“Langkah-langkah ini penting untuk mempertahankan daya saing sektor pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang menuntut strategi yang responsif dan adaptif,” kata Widiyanti dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Senin.
Berbicara dalam webinar nasional “Tourism Under Fire,” ia mengatakan perkembangan geopolitik telah mulai memengaruhi operasi maskapai penerbangan, termasuk penyesuaian rute penerbangan jarak jauh dan kenaikan biaya perjalanan yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar harga. Ketegangan di Timur Tengah juga dapat memengaruhi arus perjalanan internasional ke Indonesia, katanya. Pemerintah memperkirakan dampak langsung terhadap kedatangan wisatawan asing dapat mencapai sekitar 4.
700 hingga 5.500 pengunjung per hari. Jika situasi ini berlanjut, potensi kerugian devisa dapat berkisar antara Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.
Untuk mengatasi risiko-risiko ini, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi, termasuk diversifikasi pasar sumber pariwisata. Kampanye promosi akan diperkuat di pasar jarak pendek dan menengah dengan konektivitas penerbangan yang relatif stabil, termasuk Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India. Kementerian juga akan mengintensifkan kampanye untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi yang aman, menarik, dan stabil bagi wisatawan internasional.
Selain itu, pihak berwenang akan mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu menarik wisatawan Eropa, sebagian terutama menjelang musim liburan musim semi dan musim panas. Promosi digital yang didasarkan pada analisis data juga akan diperluas untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih efektif dan meningkatkan dampak kampanye pariwisata.
Widiyanti mengatakan bahwa pemerintah juga akan mendorong warga Indonesia untuk berwisata di dalam negeri guna mempertahankan aktivitas ekonomi yang didorong oleh pariwisata. Kementerian berencana mempromosikan acara-acara pariwisata di wilayah perbatasan untuk merangsang perekonomian lokal dan mempertahankan arus pengunjung di destinasi-destinasi utama.Wisatawan dari negara-negara tetangga, seperti Singapura yang mengunjungi Kepulauan Riau, sering melakukan perjalanan ulang, katanya.
“Oleh karena itu, peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal dengan menawarkan berbagai pengalaman seperti wisata golf, wisata belanja, wisata kesehatan, dan paket perjalanan lainnya,” ujarnya. Pemerintah juga mendorong kerja sama lintas kementerian untuk memperkuat daya saing pariwisata. Kementerian-kementerian terkait meliputi Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi, dan Kementerian Keuangan.
Di antara opsi kebijakan yang sedang dieksplorasi adalah meningkatkan kapasitas kursi pesawat, memperbaiki keterjangkauan tarif penerbangan, dan memberlakukan kebijakan bebas visa bagi pasar-pasar tertentu. Menurut Widiyanti, sektor pariwisata Indonesia saat ini sedang mengalami momentum yang kuat.Pada tahun 2025, negara ini mencatat 15,39 juta kedatangan wisatawan internasional dan menghasilkan pendapatan devisa sebesar US$18,27 miliar.
Meskipun pengunjung dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika hanya menyumbang 21,7 persen dari total kedatangan, mereka berkontribusi sebesar 34,7 persen terhadap pendapatan devisa karena tingkat pengeluaran mereka yang lebih tinggi.Di tengah ketidakpastian global, perkembangan positif juga muncul dari Asia Timur. Beberapa maskapai penerbangan, termasuk China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern Airlines, dilaporkan berencana meningkatkan frekuensi penerbangan dan membuka rute baru ke Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun 2025. Sektor ini berkontribusi Rp945,7 triliun, atau 3,97 persen, dari produk domestik bruto negara. Kinerja ini didukung oleh 15,39 juta kedatangan wisatawan mancanegara, yang naik 10,7 persen secara tahunan.
Kegiatan pariwisata juga menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 25,91 juta orang di seluruh negeri.Namun, Hartarto mencatat bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menguji ketahanan sektor pariwisata Indonesia dengan memengaruhi konektivitas global. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah memperkuat pasar pariwisata domestik melalui inisiatif pariwisata mikro.
Pihak berwenang juga mempromosikan destinasi bagi para nomad digital dan memposisikan Indonesia sebagai destinasi wisata kelas atas yang menawarkan pengalaman dengan harga relatif terjangkau.