Indonesia mendapat tiga kartu merah setelah seorang pejabat tim mendorong wasit setelah kalah dari Irak dalam kualifikasi Piala Dunia.
Taruhan bola – Indonesia mendapat tiga kartu merah setelah seorang ofisial tim mendorong wasit setelah kalah dari Irak dalam kualifikasi Piala Dunia Frustrasi Indonesia meluap setelah kekalahan 0–1 dari Irak dalam putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, saat beberapa anggota tim menghadapi wasit China Ma Ning, yang mengakibatkan tiga kartu merah.
Sebuah tangkapan layar menunjukkan pemain Indonesia mendekati wasit China Ma Ning selama pertandingan melawan Irak dalam kualifikasi Piala Dunia pada 11 Oktober 2025 Beberapa saat setelah peluit akhir pada pertandingan Sabtu, beberapa pemain dan ofisial Indonesia mengelilingi wasit. Kamera TV menangkap Shayne Pattynama, yang saat itu berada di bangku cadangan, menerima kartu merah setelah terlibat dalam perkelahian yang melibatkan pelatih kepala Irak Graham Arnold.
Kemudian, kepala tim nasional Kombes Pol Surmadji dengan marah mendorong Ma Ning, yang langsung mendapat kartu merah. Setelah itu, gelandang Thom Haye juga dikeluarkan dari lapangan setelah menantang wasit, meskipun kapten Jay Idzes mencoba menghentikannya. Ma Ning, yang telah.
Ned mengendalikan permainan pada jam pertama, tetapi intensitas meningkat pada akhir pertandingan setelah beberapa keputusan kontroversial dari tim wasit China membuat Indonesia marah.
Pada menit ke-67, Zaid Tahseen hanya mendapat kartu kuning karena menarik Ole Romeny, meskipun pelanggaran tersebut menghalangi peluang gol yang jelas. Sepuluh menit kemudian, Kevin Diks lebih dulu menyentuh bola sementara Merchas Doski gagal menghalau dan menendangnya, namun wasit Ma menyatakan Diks yang melakukan pelanggaran.
Sementara itu, dalam situasi serupa pada menit ke-86, Romeny mendapat kartu kuning karena gagal menghalau bola dan menendang Tahseen.
Puncaknya terjadi di masa injury time saat Diks melakukan tantangan kaki tinggi terhadap Tahseen dan terkena lengan lawan di kotak penalti. Indonesia meminta penalti, tetapi wasit Ma sudah meniup peluit pelanggaran untuk tantangan kaki tinggi, sementara Tahseen mendapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan.
Indonesia mendapat tiga kartu merah setelah ofisial tim mendorong wasit setelah kalah dari Irak di kualifikasi Piala Dunia. Tim Indonesia mendorong wasit setelah kekalahan dari Irak Kepala Tim Nasional Indonesia, Kombes Pol Surmadji, mendorong wasit Ma Ning setelah pertandingan dan diberi kartu merah Ma Ning adalah wasit FIFA terkemuka China dan telah memimpin semua turnamen besar Asia. Secara khusus, wasit berusia 46 tahun ini memimpin final Piala Asia 2023, memberikan tiga penalti kepada tuan rumah Qatar dalam kemenangan 3-1 mereka atas Yordania.
Reaksi negatif online segera muncul setelah pertandingan. Penggemar Indonesia membanjiri media sosial Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dengan kritik, beberapa di antaranya mengedit foto Ma Ning dengan kostum badut. “Hei AFC, bisakah kalian mengatur pertandingan yang adil?
Dengan wasit yang adil? Dan VAR?” tulis seorang pengguna.
Media olahraga terkemuka Indonesia, Bola, menyebut penampilan Ma Ning “buruk,” menuduhnya bias dan enggan berkonsultasi dengan VAR pada situasi yang mungkin menguntungkan Indonesia. Sebelum kualifikasi, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi meminta AFC untuk menunjuk wasit non-Asia Barat untuk pertandingan Grup B. Ya, khawatir akan adanya bias, tetapi permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan.
Dalam pertandingan ini, wasitnya bukan dari Asia Barat, tetapi tetap membuat keputusan yang kontroversial.
Dalam kekalahan 2-3 sebelumnya melawan Arab Saudi, para pemain Indonesia juga mengeluhkan wasit Kuwaiti Ahmad Al Ali, meskipun reaksi mereka jauh lebih ringan. Kekalahan dari Irak secara resmi mengakhiri impian Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Pelatih Patrick Kluivert finis di posisi terbawah Grup B setelah dua kekalahan, sementara posisi teratas grup dan tiket langsung ke Piala Dunia akan ditentukan saat Arab Saudi menghadapi Irak dalam dua hari ke depan.