Indonesia menargetkan peletakan batu pertama proyek baterai EV Huayou pada tahun 2026.

Indonesia menargetkan peletakan batu pertama proyek baterai EV Huayou pada tahun 2026.

Indonesia menargetkan peletakan batu pertama proyek baterai EV Huayou pada tahun 2026.

Liga335 daftar – Jakarta () – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menargetkan peletakan batu pertama untuk proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) yang dilaksanakan oleh konsorsium Huayou dan EVE Energy, bekerja sama dengan perusahaan nasional seperti Antam, IBI, dan DBL, pada semester pertama tahun 2026. “Kami berharap dapat melakukan peletakan batu pertama tahun ini. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kami dapat melakukannya pada semester pertama,” kata Lahadalia setelah penandatanganan perjanjian konsorsium Antam-IBI-HYD di Jakarta pada Jumat.

Lahadalia mengatakan peletakan batu pertama dapat dilanjutkan setelah semua persiapan yang diperlukan selesai. Ia kemudian menambahkan bahwa proyek ekosistem baterai EV konsorsium Huayou merupakan kelanjutan dari proyek yang sebelumnya dikembangkan oleh konsorsium LG. Proyek ini awalnya disepakati antara Indonesia dan LG Energy Solution Korea Selatan pada 18 Desember 2020, dalam kerangka yang dikenal sebagai Indonesia Grand Package.

Paket tersebut mencakup pengembangan sebuah. Rantai pasokan baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai, dengan target kapasitas produksi baterai total sebesar 30 gigawatt-jam (GWh). LG telah membangun kapasitas pertama sebesar 10 GWh, sementara sisa 20 GWh akan dilanjutkan oleh Huayou.

Pada awal 2025, LG dilaporkan telah menarik diri dari proyek Indonesia Grand Package dan digantikan oleh Huayou. “Proyek ini akan dikembangkan di dua lokasi. Pabrik baterai kendaraan listrik akan berlokasi di Jawa Barat, sementara fasilitas smelter, precursor, katoda, dan high-pressure acid leach (HPAL) akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara, karena tambang berlokasi di Halmahera Timur,” jelas menteri.

Lahadalia menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja oleh konsorsium Antam–IBI–HYD, menandai pembentukan kemitraan resmi untuk mewujudkan proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi. Ia mengatakan kerangka kerja kerja sama ditandatangani oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Bate RAI Indonesia, yang juga dikenal sebagai Indonesia Battery Corporation (IBI), dan mitra strategis global Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd.

, untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia. Kerja sama ini juga melibatkan HYD Investment Limited, konsorsium yang dibentuk oleh Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd.

dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Terkait: RI menargetkan pengembangan hilir baterai untuk kendaraan listrik dalam dua tahun Artikel ini diterbitkan di Antaranews.