Indonesia memperketat karantina untuk mencegah masuknya virus Nipah.

Indonesia memperketat karantina untuk mencegah masuknya virus Nipah.

Indonesia memperketat karantina untuk mencegah masuknya virus Nipah.

Taruhan bola – Indonesia memperketat karantina untuk mencegah masuknya virus Nipah Berita terkait: Bali memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran virus Nipah melalui babi Berita terkait: Indonesia diperingatkan untuk memperketat pengawasan bandara terhadap virus Nipah Jakarta (ANTARA) – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperketat pemantauan pergerakan komoditas hewan, tumbuhan, dan barang-barang lain yang berpotensi menjadi pembawa virus untuk mencegah masuknya dan penyebaran virus Nipah, di tengah meningkatnya kasus di beberapa negara Asia Selatan.Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean mengatakan, badan tersebut memperkuat kewaspadaan melalui pendekatan manajemen risiko, penerapan sistem karantina modern, dan koordinasi lintas sektor untuk melindungi kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan biosekuriti nasional.Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mencegah penyakit menular hewan yang berbahaya masuk dan menyebar di Indonesia,” kata Panggabean dalam pernyataan pada Jumat.

Ia menjelaskan bahwa virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang sangat patogen dan dapat menular dari Penularan virus Nipah dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah spesies Pteropus diidentifikasi sebagai reservoir alami utama. Penularan dapat terjadi melalui hewan hidup seperti babi dan kuda, produk hewan, tumbuhan, lingkungan, serta sarana transportasi yang terkontaminasi, tambahnya. Panggabean mencatat bahwa meskipun hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah yang terdeteksi di Indonesia, kondisi ekologi, aliran perdagangan, dan mobilitas manusia serta komoditas pembawa virus tetap menjadi potensi risiko yang memerlukan antisipasi serius.

Di tingkat regional, Barantin telah memantau secara ketat laporan kasus Nipah pada manusia di West Bengal, India, hingga akhir Januari 2026. Perkembangan ini telah memicu kewaspadaan yang lebih tinggi di titik masuk dan keluar, terutama di daerah perbatasan. Bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan lembaga terkait lainnya, Barantin memastikan kesiapan dengan memperkuat sumber daya manusia, kapasitas laboratorium, dan sistem pemantauan penyakit hewan, Pangg abean mengatakan.

Sebagai langkah pencegahan, lembaga tersebut telah menerapkan pengendalian di tahap pra-perbatasan, perbatasan, dan pasca-perbatasan. Hal ini meliputi penolakan atau pemusnahan impor kelelawar, babi, dan kuda dari negara-negara yang terinfeksi atau belum dinyatakan bebas dari virus Nipah, serta penerapan pemantauan berbasis risiko terhadap produk hewan dan tumbuhan. Berdasarkan data lalu lintas karantina, Barantin mencatat tidak ada impor kelelawar hidup dan tidak ada impor babi ke Indonesia sepanjang tahun 2025.

“Sementara itu, impor daging babi berasal dari negara-negara yang telah dinyatakan bebas Nipah oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) dan tetap berada di bawah pengawasan karantina yang ketat,” kata Panggabean. Ia memperingatkan bahwa masuknya virus Nipah dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan perdagangan, berpotensi memicu wabah ternak, kerugian ekonomi akibat pemusnahan, dan pembatasan ekspor produk hewan Indonesia.Oleh karena itu, sistem karantina yang kuat merupakan benteng utama perlindungan nasional,” tegasnya.

Barantin juga menyerukan kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi peraturan karantina, menghindari impor ilegal hewan dan produk hewan, serta melaporkan kasus hewan sakit atau kematian yang tidak dapat dijelaskan sebagai bagian dari upaya pencegahan bersama.