Indonesia dan Selandia Baru mengejar pertumbuhan ekonomi hijau dan perdagangan.
Liga335 – Indonesia dan Selandia Baru mengejar pertumbuhan ekonomi hijau dan perdagangan
Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi hijau dengan Selandia Baru. Selama pertemuan dengan pelaku bisnis Selandia Baru di ASEAN-New Zealand Business Council (ANZBC) di Auckland, Selandia Baru, pada Senin, ia mencatat bahwa kolaborasi dengan mitra yang sevisi seperti Selandia Baru sangat penting di tengah tren deglobalisasi dan proteksionisme yang meningkat.”Sektor perdagangan dan energi terbarukan memiliki potensi besar untuk dieksplorasi dalam mendukung perdagangan berkelanjutan di kawasan ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi pada Selasa.
Putri menyoroti bahwa sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menonjol sebagai mitra perdagangan dan investasi utama. Peluang investasi di Indonesia juga tumbuh pesat, dengan peningkatan realisasi investasi sebesar 20,8 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Indonesia memiliki populasi muda dan Tenaga kerja terampil yang dapat meningkatkan mobilitas talenta global dan inovasi hijau.
Putri mengungkapkan optimisme bahwa ketahanan ekonomi Indonesia saat ini menawarkan prospek menarik dan menguntungkan bagi kerja sama bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Selandia Baru. Sementara itu, menurut ANZBC, Selandia Baru memiliki fasilitas infrastruktur pertanian yang sangat baik.Dalam hal ini, peluang ekspor produk pendukung pertanian, seperti pupuk dan ban pertanian, sangat terbuka lebar, serta kerja sama dalam meningkatkan kapasitas petani.
Pada tahun 2024, nilai perdagangan Indonesia-Selandia Baru mencapai total US$1,91 miliar, dengan ekspor Indonesia senilai US$682 juta, meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, impor Indonesia mencapai US$1,23 miliar, meningkat 8,97 persen dari tahun sebelumnya. Produk ekspor utama Indonesia ke Selandia Baru pada tahun 2024 meliputi minyak kelapa sawit, batu bara, monitor, dan proyektor.
Sementara itu, negara tersebut. Impor utama meliputi susu dan krim, peralatan radar, dan mentega. Melalui kerangka kerja Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat hubungan perdagangan melalui Rencana Aksi 2025-2029.
Salah satu tujuan utama yang akan dicapai pada tahun 2029 adalah mencapai total perdagangan sebesar US$3,6 miliar. Selain itu, Protokol Kedua untuk Mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA) berfungsi sebagai platform kunci untuk memperdalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Selandia Baru, dengan fokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan berkelanjutan, dan akses pasar yang lebih baik.