Indonesia dan Australia Mengarah ke Hubungan Investasi yang Lebih Kuat

Indonesia dan Australia Mengarah ke Hubungan Investasi yang Lebih Kuat

Indonesia dan Australia Mengarah ke Hubungan Investasi yang Lebih Kuat

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyatakan bahwa upaya memperkuat kerja sama investasi antara Indonesia dan Australia sedang dilakukan sebagai kelanjutan dari hubungan perdagangan bilateral yang terus berkembang sejak Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) berlaku. Rod menegaskan bahwa peningkatan investasi Australia di Indonesia menjadi fokus utama dalam hubungan ekonomi kedua negara ke depan.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk menekankan pentingnya investasi Australia di Indonesia, yang terus meningkat dan diharapkan akan terus tumbuh,” kata Rod setelah Rapat Kerja Bisnis Bilateral Indonesia-Australia di KTT Ekonomi Indonesia 2026 di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026, seperti dikutip oleh Antara. Hubungan antara Australia dan Indonesia kini tidak hanya didasarkan pada perdagangan, tetapi juga bergeser ke arah penguatan investasi untuk memperkuat kemitraan jangka panjang. Hubungan bilateral antara kedua negara.

Australia telah menunjuk Rektor Universitas Western Sydney, Jennifer Westacott, sebagai Duta Bisnis Australia untuk Indonesia guna mendorong partisipasi perusahaan Australia dalam kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Jennifer mengungkapkan bahwa misi perdagangan Australia ke Indonesia saat ini lebih konkret dan berfokus pada eksplorasi kerja sama investasi. “Minggu ini kami membawa delegasi dari 19 organisasi Australia dengan 29 peserta dari komunitas investasi, termasuk manajer dana dengan total aset yang dikelola melebihi satu triliun dolar AS,” katanya.

Misi ini, kata Jennifer, berfokus pada identifikasi mitra, skema pembiayaan, proyek bersama, dan peluang investasi jangka panjang di Indonesia. Hubungan perdagangan Indonesia-Australia telah berkembang pesat sejak IA-CEPA berlaku lima tahun lalu, dengan nilai perdagangan meningkat tiga kali lipat. “Kami sudah memiliki hubungan perdagangan yang kredibel.

Kini fokusnya.” s berfokus pada cara mendorong investasi.” Dia mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), delegasi Australia membahas berbagai faktor yang dapat membuka peluang investasi, termasuk kepastian kebijakan, kejelasan kontrak, dan kesiapan proyek.

Investor Australia melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik dan berskala besar, dengan komitmen terhadap investasi jangka panjang. Jennifer juga menyatakan bahwa sektor-sektor yang menarik bagi investor Australia meliputi pendidikan, kesehatan, energi, konversi limbah menjadi energi, energi bersih, infrastruktur, dan digital. Khusus mengenai konversi limbah menjadi energi, kantornya telah menerima presentasi dari Danantara Indonesia dan telah memulai pembicaraan awal dengan pelaku bisnis Australia.

“Australia memiliki kemampuan di sektor konversi limbah menjadi energi, dan minggu ini kami mulai menjajaki kemungkinan kemitraan dengan Danantara,” katanya. Selain itu, Rod menambahkan bahwa penguatan kerja sama ekonomi sejalan dengan kunjungan yang direncanakan oleh Perdana Menteri Australia ke Indonesia pada awal 2026 untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. “Kunjungan (oleh Perdana Menteri Australia) telah diumumkan sebelumnya, dan diharapkan dapat lebih memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.”