Gunung Semeru di Indonesia meletus, memuntahkan awan panas beberapa hari setelah gempa bumi mematikan.
Liga335 – Gunung Semeru di Indonesia meletus, memuntahkan abu dan asap setinggi lebih dari 5 kilometer di atas langit Jawa, hanya beberapa hari setelah 49 orang tewas dalam gempa bumi mematikan di Pulau Sulawesi, Indonesia.
Poin penting: Gunung Semeru telah berada pada level siaga ketiga tertinggi sejak mulai meletus pada bulan Mei Operasi penyelamatan sedang berlangsung setelah gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo Banyak korban selamat mengatakan bahwa bantuan belum sampai kepada mereka karena jalan-jalan rusak Belum ada perintah evakuasi yang dikeluarkan di Jawa, pulau terpadat di Indonesia, tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan warga yang tinggal di lereng gunung untuk waspada terhadap aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Raditya Jati, mengatakan bahwa penduduk di sekitar lembah sungai di lereng gunung harus waspada terhadap intensitas hujan yang tinggi yang dapat memicu banjir lava.
Penjelasan: Mengapa gunung berapi meletus Beberapa orang percaya bahwa letusan gunung berapi disebabkan oleh takdir, tetapi ilmu pengetahuan memiliki penjelasan lain. Badan Vulkanologi Indonesia Pusat Mitigasi Bencana Geologi tidak menaikkan status siaga Gunung Semeru, yang sudah berada di level ketiga tertinggi sejak mulai meletus pada bulan Mei. Gunung berapi tersebut memuntahkan abu panas setinggi 3.
000 meter pada awal Desember, memicu kepanikan di kalangan warga desa. Ahli seismologi pemerintah memantau lebih dari 120 gunung berapi aktif di seluruh Indonesia, sebuah kepulauan dengan populasi lebih dari 250 juta orang.
Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, di mana lempeng tektonik bertabrakan, menyebabkan aktivitas vulkanik yang sering serta gempa bumi.
Operasi penyelamatan terus berlanjut setelah gempa bumi mematikan Petugas penyelamat mencari korban selamat di antara puing-puing bangunan di Mamuju. (AP: Yusuf Wahil) Di Pulau Sulawesi, operasi penyelamatan sedang berlangsung setelah gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang menewaskan setidaknya 49 orang dan melukai ratusan orang pada Jumat.
Jalan dan jembatan yang rusak, pemadaman listrik, dan kekurangan peralatan berat menghambat operasi penyelamatan yang difokuskan pada delapan lokasi di kota Mamuju yang paling parah terdampak, di mana orang-orang masih.
Saya yakin ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan, kata Saidar Rahmanjaya, kepala badan pencarian dan penyelamatan lokal. Pesawat kargo yang membawa makanan, tenda, selimut, dan perlengkapan lain dari Jakarta mendarat pada Jumat malam (waktu setempat) untuk didistribusikan di tempat penampungan sementara. Namun, ribuan orang menghabiskan malam di luar ruangan karena takut gempa susulan dan kemungkinan tsunami.
Jalan dan jembatan yang rusak, pemadaman listrik, dan kekurangan peralatan berat menghambat upaya penyelamatan di Indonesia. (AP: Abdi Latief) Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPB), Bambang Suryo Aji, mengatakan tim penyelamat menemukan tiga jenazah lagi di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang runtuh di Mamuju pada Sabtu malam, sehingga jumlah korban tewas meningkat menjadi 49.
Sebanyak 40 orang tewas di Mamuju, sementara sembilan jenazah ditemukan di distrik Majene yang berdekatan.
Setidaknya 415 rumah di Majene rusak dan sekitar 15.000 orang dievakuasi ke tempat penampungan, kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati. Jenazah yang ditemukan oleh tim penyelamat adalah Dikirim ke rumah sakit polisi untuk identifikasi oleh keluarga, kata Juru Bicara Kepolisian Sulawesi Barat, Syamsu Ridwan.
Dia mengatakan lebih dari 200 orang sedang menerima perawatan di Rumah Sakit Polisi Bhayangkara dan beberapa lainnya di Mamuju saja. Sebanyak 630 orang terluka di Majene. Memuat.
Di antara yang diselamatkan adalah seorang gadis muda yang terjebak di reruntuhan rumah bersama saudarinya. Gadis tersebut terlihat dalam video yang dirilis oleh badan penanggulangan bencana pada Jumat, menangis meminta pertolongan. Ia kini sedang dirawat di rumah sakit.
Ia memperkenalkan diri sebagai Angel dan mengatakan bahwa saudarinya, Catherine, yang tidak muncul dalam video, berada di sampingnya di bawah reruntuhan dan masih bernapas. Nasib Catherine dan anggota keluarga lainnya belum jelas.
Gempa tersebut memicu longsor di tiga lokasi dan menghalangi jalan utama yang menghubungkan Mamuju dengan Majene.
Listrik dan jaringan telepon terputus di banyak daerah. Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dengan hampir 75.000 penduduk, dipenuhi dengan puing-puing bangunan yang runtuh.
Sebuah g Gedung kantor pemerintah hampir rata dengan tanah akibat gempa, dan sebuah mal berubah menjadi puing-puing yang hancur. Jembatan besar runtuh, dan pasien yang dirawat dengan infus terbaring di tempat tidur lipat di bawah tenda terpal di luar salah satu rumah sakit yang rusak. Dua rumah sakit di kota tersebut rusak, sementara yang lain kewalahan.
Gedung kantor pemerintah di Mamuju mengalami kerusakan sebagian akibat gempa. (AP: Abdi Latief) Para korban selamat putus asa menunggu bantuan Banyak korban selamat mengatakan bahwa bantuan belum sampai kepada mereka karena jalan rusak dan komunikasi terputus.
Video dari stasiun TV menunjukkan warga desa di Majene, beberapa membawa parang, secara paksa menghentikan kendaraan yang membawa bantuan.
Mereka naik ke truk dan melemparkan kotak-kotak mie instan dan pasokan lain ke puluhan orang yang berebut untuk mendapatkannya. Dua kapal berangkat ke daerah yang hancur dari kota-kota terdekat Makassar dan Balikpapan dengan tim penyelamat dan peralatan, termasuk ekskavator. Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan pada Jumat bahwa ia telah menginstruksikan.
Menteri kabinet dan pejabat bencana serta militer akan berkoordinasi dalam menanggapi kejadian ini. Otoritas telah mengonfirmasi 49 korban tewas sejauh ini, sementara tim penyelamat terus mengevakuasi jenazah dan korban selamat. (AP: Yusuf Wahil) Pada Kamis, gempa bumi bawah laut berkekuatan 5,7 mengguncang wilayah yang sama, merusak beberapa rumah namun tidak menimbulkan korban jiwa yang terlihat.
Gempa tersebut diikuti oleh lebih dari 30 gempa susulan, termasuk gempa mematikan tersebut.
Pada 2018, gempa bumi berkekuatan 7,5 di Palu, Pulau Sulawesi, memicu tsunami dan menyebabkan tanah runtuh dalam fenomena yang disebut likuifaksi. Lebih dari 4.
000 orang tewas, termasuk banyak yang tertimbun saat seluruh kawasan perumahan tertelan oleh tanah yang runtuh.
Gempa bumi berkekuatan 9,1 di lepas pantai Pulau Sumatra, Indonesia Barat, pada Desember 2004 memicu tsunami yang menewaskan 230.000 orang di belasan negara.