Apa yang memicu protes kekerasan di seluruh Indonesia, dan seberapa parah dampaknya bagi Presiden Prabowo?

Apa yang memicu protes kekerasan di seluruh Indonesia, dan seberapa parah dampaknya bagi Presiden Prabowo?

Apa yang memicu protes kekerasan di seluruh Indonesia, dan seberapa parah dampaknya bagi Presiden Prabowo?

Slot online terpercaya – JAKARTA: Demonstrasi yang berujung pada kekerasan di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia pada Jumat (29 Agustus) merupakan puncak dari kekecewaan publik terhadap para anggota parlemen, yang dianggap tidak peka terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat biasa, kata para analis. Kekecewaan itu meluap setelah kekerasan polisi menewaskan seorang pengemudi ojek motor selama demonstrasi pada Kamis menentang kenaikan tunjangan anggota parlemen, memicu kerumunan marah untuk menyerang markas polisi dan gedung parlemen nasional. Para analis memperingatkan bahwa kerusuhan tersebut dapat memicu efek domino yang pada akhirnya mengancam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto jika pemerintah gagal bertindak tegas.

Seruan Prabowo pada Jumat pagi untuk menyelidiki kekerasan polisi dianggap hanya formalitas belaka, karena para demonstran kembali turun ke jalan pada hari yang sama. Para analis berargumen bahwa presiden harus mengambil langkah konkret untuk menghentikan pelanggaran semacam itu dan menunjukkan bahwa pemerintahannya benar-benar mendengarkan keluhan publik. Berlangganan ke Ringkasan Pagi Otomatis Ringkasan otomatis dari berita teratas kami untuk memulai hari Anda.

Layanan ini tidak ditujukan untuk orang yang tinggal di Uni Eropa. Dengan mengklik “Berlangganan”, saya setuju untuk menerima pembaruan berita dan materi promosi dari Mediacorp dan mitra Mediacorp. Muat Muat “Prabowo sepertinya berada dalam gelembungnya sendiri.

Dia tampak terlepas dari kenyataan di lapangan, yang membuat pernyataannya terdengar normatif meskipun kemarahan publik sudah mencapai titik didih,” kata Kunto Adi Wibowo, analis politik dari Universitas Padjadjaran. “Pernyataannya pada akhirnya gagal mencapai tujuannya untuk menenangkan publik.