Indonesia mengambil langkah untuk memperkuat diplomasi ekonomi
Liga335 – Indonesia berupaya memperkuat diplomasi ekonomi
Kementerian Luar Negeri Indonesia telah membentuk Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerjasama Pembangunan untuk mengoordinasikan diplomasi ekonominya dengan lebih baik serta menyinergikan kebijakan luar negerinya. “Diplomasi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo (Prabowo Subianto) akan berupaya mewujudkan arsitektur ekonomi global yang lebih adil, di mana suara dan kepentingan negara-negara berkembang terwakili,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pernyataan pers tahunannya di sini pada hari Jumat. Ia menjelaskan bahwa saat ini, perekonomian makro Indonesia stabil dan terkelola dengan baik.
Proyeksi positif dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan Bank Dunia juga mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung. “Stabilitas ekonomi domestik akan menjadi landasan yang kokoh bagi pembangunan dan akan berfungsi sebagai modal kuat Indonesia untuk berkontribusi secara aktif terhadap perdamaian dan kemakmuran global ,” kata Sugiono. Ia lebih lanjut menekankan bahwa visi Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dan mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju bukanlah sekadar ambisi, melainkan komitmen bersama.
Oleh karena itu, fokus diplomasi ekonomi Indonesia adalah mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, yang meliputi kedaulatan, ketahanan, serta swasembada pangan dan energi nasional; mempercepat transisi energi hijau; dan pengembangan ekonomi biru.Hal tersebut juga mencakup penguatan ekonomi digital dan kreatif serta dukungan terhadap hilirisasi berbagai komoditas. Menurut menteri, diplomasi Indonesia akan bersifat proaktif dan fleksibel dalam mendorong transformasi ekonomi nasional berdasarkan keadilan, swasembada, dan kemitraan yang saling menguntungkan, sekaligus mempromosikan ketahanan, inovasi, dan inklusi.
Diplomasi ini juga akan mendorong perdagangan yang adil dan perluasan pasar bagi produk-produk Indonesia di luar negeri, termasuk mitra pasar non-tradisional, serta berupaya untuk menarik investasi yang mendukung prioritas dan program nasional pemerintah. “Di pasar-pasar non-tradisional seperti Afrika, Karibia, dan Pasifik, kami akan terus memperkuat kemitraan strategis, serta mencari tujuan investasi baru bagi Indonesia,” ujarnya. Indonesia juga berkomitmen untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan internasional yang sedang berlangsung guna meredakan ketegangan perdagangan dan memberikan perlindungan bagi seluruh pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
““Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan juga merupakan pilar utama diplomasi Indonesia,” tegas Sugiono. “Dalam menjalankan diplomasi ekonomi, kami juga tidak akan tinggal diam dalam menanggapi praktik dan kebijakan ekonomi yang tidak adil, termasuk yang menargetkan komoditas dan produksi unggulan Indonesia,” tambahnya. Selain memperkuat diplomasi ekonominya, direktorat jenderal baru kementerian tersebut akan bertugas memberikan bantuan pembangunan, sebagai bentuk diplomasi soft power untuk meningkatkan posisi dan pengaruh Indonesia.
Bantuan tersebut akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, seperti pemberian beasiswa dan program pengembangan kapasitas bagi pejabat negara-negara tetangga, serta perluasan bantuan pembangunan ke negara-negara di Global Selatan, termasuk Afrika, Timur Tengah, Asia-Pasifik, dan Amerika Latin.