Indonesia mengimbau para pemudik Idul Fitri untuk memajukan perekonomian dan pembangunan desa
Slot online terpercaya – Indonesia mengimbau para pemudik Idul Fitri untuk memacu perekonomian dan pembangunan desa
Berita terkait: Kepolisian Indonesia memperketat pengamanan menjelang puncak arus mudik Idul Fitri
Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto mendesak para pemudik Idul Fitri untuk memanfaatkan momentum ini sebagai katalisator bagi kebangkitan ekonomi dan pembangunan, bukan sekadar ajang berkumpul. Ia menyampaikan pesan ini saat berdiskusi dengan wartawan dalam acara berbuka puasa di sini pada Senin malam. Ia menekankan bahwa arus pemudik yang masif ke daerah pedesaan harus dimaksimalkan untuk membawa dampak positif yang nyata dan berkelanjutan.
“Kami berharap kunjungan sosial ini dapat memicu optimisme. Para pemudik, insya Allah, akan membawa uang ke desa mereka, sehingga aktivitas ekonomi lokal pasti akan meningkat,” katanya. Untuk mengoptimalkan perputaran ekonomi lokal, ia mendorong para pekerja migran untuk memprioritaskan pembelian produk asli desa sebagai oleh-oleh.
“Sebelum kembali ke kota, kami menyarankan untuk membeli produk desa sebagai g “Hadiah-hadiah ini. Bawalah ke kota, sehingga ini menjadi momen kebangkitan ekonomi di desa-desa,” katanya. Di luar aspek ekonomi, ia juga menyoroti pentingnya transfer pengetahuan dari komunitas perkotaan ke komunitas pedesaan.
Para pemuda yang kembali ke kampung halaman dan tinggal di kota-kota besar diharapkan dapat memberikan bimbingan, arahan, dan solusi atas berbagai tantangan di desa asal mereka. “Setidaknya, mereka dapat memberikan dorongan dan bimbingan tentang bagaimana sebuah desa dapat dikembangkan dengan baik. Penduduk desa akan menanti kedatangan warga kota untuk mendengarkan pengalaman dan solusi yang mereka tawarkan guna mempercepat kolaborasi,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa inisiatif ini sejalan dengan misi Astacita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan membangun Indonesia dari desa-desa.Menurutnya, pembangunan saat ini tidak lagi menempatkan desa sebagai objek, melainkan telah mengubahnya menjadi subjek utama pembangunan nasional.