Susi Pudjiastuti Menegaskan Penangkapan Ikan Ilegal Sebagai Kejahatan Laut Utama dalam Sejarah Hari Ini, 22 September 2016
Taruhan bola – JAKARTA Sejarah hari ini, sembilan tahun yang lalu, pada tanggal 22 November 2016, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, menekankan bahwa penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) merupakan kejahatan maritim yang serius. Susi menganggap penangkapan ikan ilegal sebagai kejahatan yang serius. Sebelumnya, komitmen Susi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak dapat diremehkan.
Ia ingin kekayaan laut Indonesia dinikmati oleh rakyat. Narasi ini membuat Susi bertindak seperti penjaga laut Indonesia. Tidak ada yang meragukan citra Indonesia sebagai negara maritim.
Kondisi ini didukung oleh fakta bahwa Indonesia kaya akan produk laut. Hal ini menjadi penilaian pemerintah Indonesia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Keinginan ini bukan sekadar pesan kosong.
Sektor kelautan dan perikanan Indonesia, jika dikelola dengan baik, akan membawa manfaat yang melimpah. Namun, tidak semua pemimpin Indonesia dapat melihat peluang tersebut. Segalanya berubah ketika Susi masuk ke arena politik.
Pengusaha nelayan Sektor perikanan dan kelautan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri KKP sejak 2014. Keputusan tersebut dipertanyakan oleh banyak pihak. Susi juga menyadari bahwa banyak yang meragukannya.
Akibatnya, Susi bekerja keras untuk menunjukkan kemampuannya. Susi membawa KKP untuk bergerak mendukung kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mulai memikirkan cara agar kekayaan laut Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Susi mulai berusaha melawan mereka yang melakukan penangkapan ikan ilegal. Susi melihat bahwa aktivitas ilegal sering merugikan Indonesia. Belum lagi pemerintah dianggap tidak memiliki dorongan untuk bertindak secara tegas.
Akibatnya, Susi tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Ia bertindak sebagai penjaga laut. Ia melawan segala macam pencuri ikan.
Ia menangkap seorang pencuri ikan. Kemudian, kapal tersebut tenggelam. Tindakan Susi mendapat sorotan dari banyak pihak.
Ada yang mendukung. Beberapa mengkritik. Presiden Jokowi sendiri tidak peduli.
Ia terus mendukung tindakan Susi. Jokowi menganggap tindakan Susi s sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Bruto (PDB) telah menjadi sorotan sejak pesanan kapal penangkap ikan meningkat menjadi 8,96 persen.
Ini merupakan komitmen serius untuk memastikan bahwa sumber daya perikanan Indonesia selalu tersedia, selalu dapat diakses, dan masyarakat dapat menikmati, mengambil, dan menjualnya,” kata Susi seperti dikutip dari halaman CNN Indonesia pada 14 Maret 2016. Susi terus berjuang untuk kehidupan rakyat Indonesia. Ia menyatakan penolakannya terhadap penangkapan ikan ilegal.
Ia menganggap penangkapan ikan ilegal sebagai kejahatan maritim besar pada 22 Maret 2016. Susi berpendapat bahwa penangkapan ikan ilegal merupakan pintu besar bagi kejahatan lain yang memanfaatkan akses laut. “Penangkapan ikan ilegal adalah kejahatan perikanan transnasional yang terorganisir,” kata Susi seperti dikutip di situs web.
co, 22, 2016. Kejahatan-kejahatan tersebut meliputi perdagangan manusia, pelanggaran hak asasi manusia, penyelundupan narkoba, dan lainnya. Susi juga menganggap penangkapan pelaku penangkapan ikan ilegal memiliki tantangan yang tinggi.
Kondisi ini karena. Pencurian ikan secara terorganisir merupakan kejahatan terorganisir. Artinya, kejahatan ini melibatkan lebih dari satu negara dengan modal yang melimpah.
Pandangan Susi juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Selain itu, peran Susi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dijadikan contoh bagi banyak negara.