Maskapai penerbangan Indonesia Citilink menambah layanan penerbangan ke Bali dan Jakarta dari Perth.
Liga335 daftar – Wanita tersebut menjelaskan kerusakan kecil pada paspornya dan bagaimana hal itu mungkin menjadi masalah saat bepergian ke Bali. Wanita tersebut menjelaskan kerusakan kecil pada paspornya dan bagaimana hal itu mungkin menjadi masalah saat bepergian ke Bali. Penerbangan tambahan dari Perth ke Indonesia kini tersedia, dengan maskapai berbiaya rendah Citilink memulai kembali layanan ke WA mulai pertengahan bulan ini.
Kembalinya maskapai tersebut, yang merupakan bagian dari grup Garuda, akan mengoperasikan layanan harian ke Bali dan memulai rute langsung baru ke Jakarta, yang akan beroperasi tiga kali seminggu.
Kembalinya Citilink diperkirakan akan menambah 190.000 kursi per tahun antara Indonesia dan WA, yang menurut Kate Holsgrave, CEO Bandara Perth, akan meningkatkan persaingan dan menurunkan harga tiket pesawat.
“Indonesia adalah tetangga terdekat kami dan salah satu destinasi wisata paling populer bagi warga Western Australia,” kata Ms Holsgrave. “Dan sebagai mitra dagang utama dengan populasi 273 juta, layanan ini ke Indonesia hanya akan membawa “Lebih banyak peluang bisnis dan perdagangan.” Layanan Bali akan dimulai pada 19 Juli, dengan penerbangan ke Perth tiba pada pukul 04.
50 pagi dan kemudian berangkat ke Denpasar pada pukul 07.30 pagi. Mulai 19 Juli, layanan Jakarta ke Perth akan beroperasi pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, dan tiba pada pukul 12.
10 pagi.
Layanan Perth ke Jakarta berangkat pada pukul 01.30 dan akan beroperasi pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu.
Semua penerbangan dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan konfigurasi kursi 3×3. Direktur Utama Citilink, Dewa Rai, menjelaskan bahwa wisatawan Australia merupakan salah satu kelompok terbesar yang mengunjungi Indonesia.
“Pembukaan rute internasional baru ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara sehingga dapat meningkatkan potensi kerja sama di berbagai sektor seperti budaya, ekonomi, politik, sosial, dan banyak lagi,” kata Mr Rai.
Pernyataan Mr Rai bertepatan dengan kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Sydney untuk pembicaraan bilateral, yang dikabarkan berfokus pada Peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan. Peningkatan jumlah penerbangan juga bertepatan dengan kemungkinan pemerintah Indonesia menaikkan biaya visa bagi warga Australia yang ingin masuk ke negara tersebut.