Makassar — Pemerintah Kota Makassar menegaskan kembali peran strategis RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan publik. Wali Kota Makassar meminta para pengurus lingkungan untuk memperkuat pelayanan kepada warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten—dua hal yang dinilai saling terkait dalam membangun kualitas hidup kota.
Pesan ini sederhana namun tegas: pelayanan yang cepat dan lingkungan yang bersih adalah fondasi rasa aman, nyaman, dan percaya warga kepada pemerintah.
RT/RW sebagai Wajah Pemerintah
Di tingkat paling dekat dengan warga, RT/RW menjadi pintu pertama pengaduan, informasi, dan solusi. Mulai dari administrasi dasar, koordinasi kegiatan warga, hingga respons awal saat terjadi masalah lingkungan—peran ini menentukan pengalaman sehari-hari masyarakat.
Wali Kota menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, responsif, dan adil. Ketika warga merasa dilayani dengan baik, partisipasi tumbuh dan komunikasi berjalan dua arah.
Kebersihan untuk Keamanan Publik
Kebersihan lingkungan bukan semata estetika. Saluran air yang terawat, pengelolaan sampah yang tertib, dan kerja bakti rutin berkontribusi pada keamanan publik—mengurangi risiko genangan, penyakit, dan konflik lingkungan.
Pemkot mendorong RT/RW menggerakkan gotong royong: jadwal bersih-bersih, pemilahan sampah, dan edukasi kebiasaan bersih. Dukungan fasilitas dan koordinasi dengan kelurahan diharapkan membuat upaya ini berkelanjutan, bukan insidental.
Human Interest: Kerja Sunyi yang Menentukan
Di balik kebijakan, ada kerja sunyi para ketua RT/RW—mengatur jadwal, menenangkan warga, dan menyelesaikan persoalan kecil sebelum membesar. Mereka mengenal warganya, tahu dinamika lorong, dan memahami kebutuhan setempat.
Penguatan peran RT/RW berarti menghargai kerja komunitas. Ketika pengurus lingkungan diberi dukungan dan kejelasan arah, dampaknya terasa langsung di rumah-rumah warga.
Kolaborasi dan Akuntabilitas
Pemkot menekankan kolaborasi lintas unsur: RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait. Transparansi laporan, pemanfaatan kanal pengaduan, dan evaluasi berkala penting agar pelayanan konsisten dan kebersihan terjaga.
Pendekatan berbasis data—pemetaan titik rawan sampah, jadwal angkut, dan partisipasi warga—membantu kebijakan tepat sasaran.
Menata Kota dari Lingkungan
Arahan Wali Kota Makassar menegaskan bahwa kota yang baik dibangun dari lingkungan yang terawat. Pelayanan yang manusiawi dan kebersihan yang konsisten menciptakan kepercayaan—modal sosial paling berharga bagi kota yang tumbuh.
Pesan penutupnya membumi: layani dengan hati, rawat lingkungan bersama. Dari RT/RW, Makassar bergerak menjadi kota yang aman, bersih, dan nyaman untuk semua.