Gaya hidup saat ini membuat banyak orang melewatkan sarapan: Kementerian Kesehatan

Gaya hidup saat ini membuat banyak orang melewatkan sarapan: Kementerian Kesehatan

Gaya hidup saat ini membuat banyak orang melewatkan sarapan: Kementerian Kesehatan

Liga335 – Gaya hidup saat ini membuat banyak orang melewatkan sarapan: Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa gaya hidup yang sibuk saat ini, dengan berbagai tuntutan, telah membuat banyak orang melewatkan sarapan, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah penderita anemia dari waktu ke waktu.Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Indonesia, Maria Endang Sumiwi, menyatakan di sini pada Selasa bahwa beberapa anak dan remaja memiliki kadar sel darah merah yang sehat rendah dan mengalami anemia, karena mereka sering melewatkan sarapan. Dia mencatat bahwa produksi sel darah merah sangat bergantung pada seberapa banyak nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, dan melewatkan sarapan dapat mengurangi produksi tersebut.

Kami melakukan survei yang melibatkan siswa sekolah, dan kami menemukan bahwa banyak dari mereka hanya makan dua kali sehari. Mereka tidak makan sarapan karena mereka mengatakan tidak punya waktu atau tidak terbiasa melakukannya, dengan beberapa bahkan hanya makan satu kali sehari saat merasa lapar,” kata Sumiwi. Dia menjelaskan bahwa gaya hidup sibuk keluarga telah menyebabkan.

Perubahan kebiasaan sarapan beberapa orang Indonesia. Menurut Sumiwi, beberapa keluarga telah mengabaikan kebutuhan untuk memenuhi tiga kali makan sehari yang dianjurkan pada anak-anak. “Kami menanyakan kepada mereka mengapa mereka tidak sarapan.

Mereka mengatakan orang tua mereka tidak punya waktu untuk menyiapkan, padahal makanan adalah kebutuhan dasar, artinya tidak bisa ditawar,” ujarnya.Lebih parah lagi, ia mencatat bahwa banyak anak-anak dan remaja yang melewatkan sarapan seringkali hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang rendah nutrisi, karena rasanya lebih enak dan lebih praktis. Untuk itu, ia mendorong promosi pendidikan dan literasi terkait pola makan dan asupan nutrisi untuk mencegah lebih banyak anak mengalami masalah kesehatan, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, atau stunting.