Batu panas, abu yang masih membara: Radio komunitas menjadi sumber informasi yang vital di sekitar Gunung Merapi, Indonesia.

Batu panas, abu yang masih membara: Radio komunitas menjadi sumber informasi yang vital di sekitar Gunung Merapi, Indonesia.

Batu panas, abu yang masih membara: Radio komunitas menjadi sumber informasi yang vital di sekitar Gunung Merapi, Indonesia.

Slot online terpercaya – Remon, seorang DJ amatir berusia 42 tahun yang bekerja di stasiun radio komunitas Gema Merapi (Echo of Merapi) di Desa Wukirsari, Yogyakarta, mengatakan bahwa radio juga dapat digunakan untuk mendidik masyarakat agar lebih siap menghadapi letusan gunung berapi. “Ada orang yang tidak mau mengungsi dan berpikir: ‘Tidak mungkin desa saya akan terkena dampak (letusan)’. “Ada juga yang berkata: ‘Orang-orang di desa tetangga tidak mengungsi, jadi mengapa kita harus?

’ Kami harus mendidik mereka bahwa daerah yang berbeda memiliki ancaman dan tingkat risiko yang berbeda,” kata Remon, yang juga dikenal dengan nama tunggalnya. Radio komunitas di Merapi telah begitu vital dalam tanggap darurat dan kesiapsiagaan bencana sehingga pejabat pemerintah, akademisi, dan aktivis berencana untuk mendirikan jaringan radio serupa di daerah-daerah rawan bencana lainnya. MENUTUP KEKOSONGAN INFORMASI Terletak hanya 4 km dari kawah Merapi dan menghadap ke bekas luka dalam di lereng tenggara gunung tempat lava sering mengalir, Desa Sidorejo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berada di bawah Ancaman bahaya yang terus-menerus.

Pemerintah telah memasang sirine di berbagai bagian desa untuk memperingatkan warga tentang potensi letusan. “Tapi sirine sering berbunyi saat tidak seharusnya karena korsleting dan sebagainya. Sebaliknya, sirine tetap diam selama letusan karena masalah teknis,” kata warga setempat Sukiman Mohtar Pratomo.

“Hal itu membuat kami berpikir: ‘Pasti ada cara agar kita bisa berkomunikasi dengan cepat dan efisien kepada banyak orang sekaligus’. Pada tahun 2002, kami akhirnya menemukan jawabannya: ‘Mengapa tidak radio?’” Pria berusia 52 tahun itu dan beberapa orang lain kemudian mendirikan Lintas Merapi FM.

Lintas adalah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti silang. Warga Sidorejo awalnya tidak peduli dengan radio komunitas ini, tetapi Lintas Merapi FM yang beroperasi 24 jam membuktikan nilainya saat Merapi meletus empat tahun kemudian. “Kami juga dievakuasi dan siaran dari tempat penampungan evakuasi.

Kami memberikan informasi kepada para pengungsi tentang apa yang terjadi di puncak gunung. Kami terus menerus menyiarkan inf “Informasi dari BPPTKG,” kata Pratomo, merujuk pada badan penanggulangan bencana geologi. “Radio dapat didengar hingga 15 km jauhnya, sehingga orang-orang di berbagai pusat evakuasi dapat mendengarkan siaran kami.

Kami akan menyampaikan informasi tentang kesempatan sukarela, kekurangan bantuan, dan sebagainya, serta menyediakan hiburan bagi para pengungsi dan cara bagi mereka untuk mengekspresikan diri.” Tujuh puluh persen rumah di sana masih memiliki radio, baik yang menggunakan colokan listrik maupun baterai, dan orang-orang juga mendengarkan melalui fungsi radio di ponsel mereka, tambah Pratomo.