Indonesia mendorong langkah-langkah kesehatan preventif untuk memperkuat reformasi JKN.
Taruhan bola – Indonesia mengintensifkan upaya pencegahan kesehatan untuk memperkuat reformasi JKN Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyoroti tiga langkah kunci yang mereka lakukan untuk mendukung reformasi asuransi kesehatan nasional, yaitu pendidikan, menciptakan lingkungan sehat, dan deteksi dini. “Reformasi sistem Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) tidak akan cukup tanpa upaya besar untuk mengurangi jumlah orang yang sakit,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada Jumat.Sepuluh tahun lalu, Indonesia mengambil langkah berani dengan mendirikan JKN.
Saat ini, sistem ini mencakup 98 persen dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia, menjadikannya sistem jaminan kesehatan universal yang tumbuh paling cepat di dunia, katanya. Meskipun kemajuan yang luar biasa ini, ia mencatat bahwa beberapa tantangan tetap ada, termasuk tekanan keuangan, kepatuhan kontribusi yang rendah terutama di kalangan pekerja informal, ketidakmerataan infrastruktur kesehatan antara daerah metropolitan dan pedesaan, serta masalah dengan. Sistem pembayaran.
Pratikno menyoroti bahwa penyakit tidak menular menyumbang 52 persen dari total kematian di Indonesia, yang secara signifikan berkontribusi pada lonjakan klaim asuransi ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah mempromosikan program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) dan membangun rumah sakit di tingkat regional. Langkah-langkah ini, katanya, akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi kesehatan mereka.
BPJS Kesehatan, bagaimanapun, harus siap menghadapi peningkatan klaim jangka pendek seiring semakin banyaknya orang yang menjalani pemeriksaan.Tiga langkah Kementerian ini bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang kesehatan—dari fokus pada perawatan kuratif menjadi pendekatan preventif dan promotif—untuk memastikan individu yang sehat tetap sehat. Pilar pertama, pendidikan, mencakup integrasi pelajaran kesehatan ke dalam kurikulum sekolah nasional, memberikan pendidikan kesehatan bagi calon pasangan dan keluarga, serta memperkuat peran kader kesehatan masyarakat.
Pilar kedua Pilar ini berfokus pada pengembangan ekosistem yang sehat. Kementerian memantau kemajuan dalam mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, didukung oleh peraturan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan, serta kebijakan pajak dari Kementerian Keuangan.Pemerintah juga mendorong revitalisasi ruang hijau publik dan fasilitas olahraga komunitas, menggalakkan inisiatif berorientasi kesehatan di tempat kerja, serta menyediakan pilihan camilan yang lebih sehat selama rapat.
Pilar ketiga berfokus pada penguatan deteksi dini dan intervensi awal, termasuk melalui program CKG. Pratikno menekankan bahwa penguatan sistem JKN dan upaya pencegahan penyakit harus berjalan beriringan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung pencapaian Visi Emas Indonesia 2045.