BPOM Indonesia meminta Nestle untuk menghentikan impor susu formula bayi S-26.
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah meminta PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan impor susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1. Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa perintah tersebut didasarkan pada peringatan keamanan pangan yang dikeluarkan oleh Sistem Peringatan Cepat Uni Eropa untuk Pangan dan Pakan (EURASFF) dan Jaringan Otoritas Keamanan Pangan Internasional (INFOSAN).
“Produk-produk tersebut ditarik kembali karena adanya potensi kontaminasi toksin cereulide pada bahan baku minyak asam arakidonat (ARA) yang digunakan dalam produksi formula,” katanya, sambil menambahkan bahwa susu formula yang diproduksi oleh Nestle Suisse SA di Pabrik Konolfigen di Swiss juga diimpor ke Indonesia. Taruna menyebutkan bahwa hasil uji sampel produk dari dua batch yang terdampak tidak menunjukkan adanya toksin cereulide. Namun, BPOM menyarankan konsumen yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk menghentikan penggunaannya atau mengembalikannya.
hem. “BPOM terus memprioritaskan prinsip kehati-hatian dan memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan pengguna produk formula ini (bayi),” katanya. Menurut Taruna, toksin cereulide yang dilaporkan terdeteksi dalam formula S-26 diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus.
Toksin ini tahan panas, artinya tidak dapat dihancurkan melalui proses perebusan atau memasak biasa. Paparan toksin ini dapat menyebabkan gejala dalam waktu 30 menit hingga enam jam, termasuk muntah parah, diare, dan kantuk yang tidak biasa. BPOM mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, karena otoritas terus memantau distribusi pra- dan pasca-pasar, bekerja sama dengan lembaga pengawas makanan dan obat-obatan lainnya untuk memastikan keamanan, kualitas, dan standar gizi produk makanan yang beredar.
“Konsumen masih dapat mengonsumsi susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch selain 51530017C2 dan 51540017A1,” kata Taruna. Sementara itu, dalam pernyataan tertulis, Nestle Indonesia menyatakan bahwa Semua produk yang diproduksi di Indonesia aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan nasional dan internasional. “Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui uji coba komprehensif,” kata perusahaan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Namun, Nestle Indonesia secara sukarela menghentikan distribusi dan impor batch yang terkena dampak di bawah pengawasan BPOM meskipun hasil uji coba untuk toksin cereulide negatif. Nestle Indonesia juga mengimbau konsumen yang memiliki batch Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 51530017C2 dan 51540017A1 untuk menghubungi layanan konsumen di nomor 0800 182 1028 atau melalui email di [email protected].