Indonesia memasuki tonggak sejarah baru dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru: Menteri

Indonesia memasuki tonggak sejarah baru dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru: Menteri

Indonesia memasuki tonggak sejarah baru dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru: Menteri

Taruhan bola – Indonesia menandai tonggak sejarah baru dengan Kode Pidana Baru: Menteri Berita terkait: Pemerintah menyambut baik peninjauan yudisial terhadap Kode Pidana Baru Berita terkait: Indonesia mengesahkan Kode Pidana Baru untuk mereformasi sistem peradilan Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah mencapai tonggak sejarah penting dalam pengembangan hukum nasional, karena tahun ini menandai pemberlakuan Kode Pidana Baru (KUHP) dan Kode Acara Pidana (KUHAP).“Ini bukan sekadar perubahan regulasi, tetapi lompatan besar dalam upaya mewujudkan sistem peradilan pidana modern, adil, dan berakar pada nilai-nilai nasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam pernyataan pada Rabu.Dia menekankan bahwa keberhasilan implementasi kode-kode baru tidak hanya bergantung pada pemahaman normatif, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan sikap pejabat negara.

Penegakan hukum di masa depan, tambahnya, diharapkan melampaui hukuman dan memprioritaskan keadilan substansial, manfaat publik, dan keseimbangan b Antara kepentingan negara, masyarakat, dan individu.Penegakan hukum ke depan tidak lagi berorientasi semata-mata pada hukuman, tetapi juga pada keadilan substansial dan kegunaan,” ujarnya.Menteri Mahendra menekankan pentingnya memperkuat reformasi hukum nasional, solidaritas antar kementerian, dan integritas aparatur negara seiring Indonesia memasuki tahun 2026.

Integritas dan etika, katanya, merupakan landasan utama kepercayaan publik dan harus tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan.Ia juga mengajak seluruh pejabat negara untuk menyambut tahun 2026 dengan prinsip yang lebih kuat, kerja sama yang lebih erat, dan komitmen yang lebih besar terhadap pelayanan publik. Meninjau kembali tahun 2025, ia menggambarkannya sebagai tahun yang dinamis dan penuh tantangan yang menandai tahun pertama Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Ia memuji seluruh personel atas dedikasi mereka dalam menjaga stabilitas nasional, menegakkan hak asasi manusia, dan memastikan sistem imigrasi dan pemasyarakatan yang profesional.