Jakarta (initogel)— Di tengah dinamika hubungan Asia dan Eropa yang terus berkembang, Indonesia kembali mempertegas perannya di panggung diplomasi internasional. Duta Besar RI Andri Hadi resmi ditunjuk sebagai Gubernur Indonesia di Dewan Asia–Europe Foundation (ASEF), sebuah lembaga penting yang menjadi jembatan dialog antarbangsa di dua benua.
Penunjukan ini bukan sekadar pengisian posisi strategis, tetapi juga cerminan kepercayaan internasional terhadap diplomasi Indonesia yang mengedepankan dialog, inklusivitas, dan kerja sama lintas budaya.
Peran Strategis di Persimpangan Asia–Eropa
ASEF dikenal sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, hingga generasi muda dari Asia dan Eropa. Di dalam Dewan ASEF, para gubernur berperan menentukan arah kebijakan, program, dan visi jangka panjang organisasi.
Sebagai Gubernur Indonesia, Andri Hadi akan membawa perspektif Indonesia—negara dengan pengalaman panjang dalam diplomasi multilateral dan peran aktif di kawasan.
“ASEF adalah ruang penting untuk membangun saling pengertian,” ujar seorang diplomat senior. “Dan Indonesia memiliki modal kuat untuk berkontribusi di sana.”
Diplomat dengan Rekam Jejak Dialog
Andri Hadi dikenal sebagai diplomat yang lama berkecimpung dalam isu-isu hubungan internasional, multilateral, dan diplomasi budaya. Sepanjang kariernya, ia terlibat dalam berbagai forum dialog global yang menekankan kerja sama dan penyelesaian masalah secara damai.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perannya di Dewan ASEF, yang menuntut kemampuan menjembatani perbedaan pandangan dan kepentingan antarwilayah.
“Diplomasi hari ini bukan hanya soal negara ke negara,” ujar seorang pengamat hubungan internasional. “Tapi juga tentang membangun jejaring antarmasyarakat.”
Indonesia dan Diplomasi Inklusif
Penunjukan ini juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong diplomasi inklusif. Dalam konteks Asia–Eropa, Indonesia kerap dipandang sebagai mitra yang mampu berbicara dengan berbagai pihak—baik negara maju maupun berkembang.
Melalui ASEF, Indonesia berpeluang mendorong isu-isu strategis seperti pertukaran pemuda, kerja sama pendidikan, dialog antarbudaya, serta pembangunan berkelanjutan.
Bagi Indonesia, keterlibatan aktif di ASEF bukan hanya soal pengaruh, tetapi juga tentang membangun pemahaman jangka panjang yang berakar pada nilai kemanusiaan.
Diplomasi yang Menyentuh Masyarakat
Berbeda dengan forum-forum diplomasi formal, ASEF berfokus pada hubungan antarwarga. Program-programnya menyentuh langsung generasi muda, seniman, peneliti, dan komunitas.
Dalam konteks ini, peran Gubernur menjadi krusial untuk memastikan bahwa arah kebijakan ASEF tetap relevan dengan tantangan zaman—mulai dari perubahan iklim, transformasi digital, hingga polarisasi global.
“ASEF bekerja di ranah yang sering luput dari sorotan,” kata seorang praktisi diplomasi budaya. “Justru di sanalah fondasi hubungan jangka panjang dibangun.”
Kepercayaan dan Tanggung Jawab
Penunjukan Andri Hadi membawa dua hal sekaligus: kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan dari komunitas internasional, serta tanggung jawab untuk memastikan Indonesia berkontribusi aktif dan konstruktif.
Di tengah dunia yang kerap terbelah oleh perbedaan, peran seperti ini menjadi semakin penting. Diplomasi tidak lagi cukup dilakukan melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui pertemuan, dialog, dan kerja sama yang berkelanjutan.
Melangkah di Jalur Dialog
Bagi Indonesia, kursi di Dewan ASEF adalah kesempatan untuk terus menyuarakan nilai dialog dan kerja sama. Bagi Andri Hadi, ini adalah kelanjutan dari pengabdian panjang di dunia diplomasi.
Di persimpangan Asia dan Eropa, Indonesia kembali hadir—bukan sebagai penonton, melainkan sebagai penghubung.
Dan melalui peran barunya sebagai Gubernur Indonesia di Dewan ASEF, Andri Hadi diharapkan dapat membawa semangat itu: bahwa di tengah perbedaan global, dialog tetap menjadi jalan terbaik menuju masa depan bersama.
Jika Anda ingin: